Home
    Agenda BPKPKK
    Liputan
    Kesaksian
    Renungan
    ::Pengajaran
    Tanya Jawab
    Profil
    Tentang BPKPKK
    Pengurus
    Hubungi BPKPKK


PENGAJARAN

Pembaharuan Karismatik Katolik: "Kemarin Lahir, Hari Ini Hidup, Besok Bertumbuh"

Kemarin Lahir

Bila pembicaraan dibatasi mulai peristiwa Pentakosta, maka dapat dikatakan bahwa sejak itu Roh Kudus senantiasa hadir sepanjang segala masa. Namun pada abad ke-20, banyak orang dan Gereja mengalami peluncuran Roh Kudus dengan cara seperti yang belum pernah dialami sebelum ini.

Tahun 1987, Paus Leo XIII menghimbau seluruh umat Katolik untuk berdoa Novena Pentakosta dengan ujub khusus yaitu bagi persatuan kembali seluruh umat Kristen dan negara-negara Kristen.

Pada saat yang sama I Topeka, Amerika Serikat, terjadi pengalaman pencurahan Roh Kudus dikalangan sekelompok orang yang tergabung dalam gerekan kekudusan, dan ini menjadi salah satu asal mula gerakan Pentakosta.

Tuhan ingin berbicara melalui peristiwa tersebut ?

Pada saat Gereja tidak terlalu terbuka terhadap paham ekumene, Paus Leo XIII mengajak umat berdoa untuk persatuan kembali seluruh kekristenan. Kemudian kita melihat terjadinya gerakan Pentakosta.

Kita menyadari bahwa ROH KUDUS dan PENTAKOSTA adalah rahmat bagi persatuan. Sepantasnya apabila kita mengadakan refleksi mengenai komitmen kita untuk mengusahakan persatuan Tubuh Kristus baik pada tingkat ekumene secara benar / sejati / sehat, maupun dalam tingkat intern Gereja Katolik dan kelompok-kelompok lokal yang ada dalam Gereja sendiri (Yoh 17:21).

Tahun 1967, Pembaharuan Karismatik Katolik bisa dikatakan mulai lahir sejak terjadinya pencurahan Roh Kudus dalam sekelompok mahasiswa Universitas Duqusne, Amerika Serikat yang sedang melakukan retret akhir pekan. Pada waktu itu hati mereka begitu berkobar dipenuhi kerinduan untuk mengenal dan mengalami Roh Kudus secara pribadi. Banyak pendapat mengatakan bahwa peristiwa ini juga merupakan jawaban Tuhan terhadap doa Paus Yohanes XXIII yang memohon agar Roh Kudus memperbaharui seluruh Gereja dengan mujijat-mujijatNya seperti pada saat Pentakosta

Salah satu anggota kelompok mahasiswa itu, Dorothy Ranaghan, menggaris bawahi 4 hal tentang Pembaharuan Karismatik Katolik:
  1. Persatuan antar Gereja-gereja dan kelompok-kelompok.
  2. Berfokus pada karunia-karunia Roh Kudus (Karismata).
  3. Berpusat pada panggilan pengabdian di kalangan kaum awam.
  4. Pencurahan Roh terjadi di anatra para mahasiswa, yaitu kaum muda.

Hari Ini Hidup

Pada bagian ini, sebaiknya kita memandang dan merenungkan keadaan Pembaharuan Karismatik Katolik masa ini. Beberapa situasi terpantau sebagai berikut:
  1. Beberapa orang berpendapat bahwa PKK sekarang tidak lagi sekuat, sesemangat, sedahsyat dulu ketika mulai muncul. Permenungan yang mungkin bisa memberikan semangat: Ketika sebuah pesawat terbang mulai mengudara, maka dia membutuhkan kekuatan maksimal untuk melakukannya. Tetapi ketika sudah melayang di angkasa, maka kekuatan yang dibutuhkan normal saja, tidak sedahsyat pada waktu melakukan "take off". Apakah pengandaian ini tepat bagi kondisi PKK saat ini ? Marilah merenungkannya.
  2. Beberapa memulai PKK dengan semangat besar tetapi kemudian menurun dan bahkan hilang sama sekali. Seumpama umat Israel yang keluar dari perbudakan Mesir, tetapi tidak dapat mencapai tanah terjanji. Mengapa demikian ?
  3. Apa yang dimulai dalam Roh, kadang-kadang berakhir dalam daging (Gal 4:3).


Bagaimana mengatasi hal-hal itu ?
  1. Kita membutuhkan kesabaran dan iman yang mampu bertahan (Yak 1:2-4)
  2. Kebebasan rohani membutuhkan pembinaan menuju kepada kedewasaan. Memasuki jalan pemuridan aalah penting bagi orang-orang yang mengalami pencurahan Roh Kudus.
  3. Rom 12:2 -->kita tidak boleh merasa nyaman pada keadaan dunia sehingga tidak mau berubah, melainkan harus mengalami pembaruan budi sehingga mampu membedakan mana kehendak Tuhan, apa yang baik dan yang berkenan kepadaNya.
  4. Harus mengalami pertumbuhan dalam relasi dengan Tuhan. Bukan lagi hanya bergantung pada perasaan, orang lain, tetapi secara pribadi bergantung pada Tuhan melalui segala peristiwa hidup. Kadang-kadang "terasa" Tuhan tidak menampakan wajahNya kepada kita. Tetapi dengan iman yang bertumbuh, kita yakin bahwa justru melalui peristiwa-peristiwa itu Tuhan selalu hadir.
  5. Kita harus memelihara rahmat Pencurahan Roh Kudus sebagai inti dalam hidup pembaharuan kita. Baptisan Roh Kudus terus mengalami penumpukan dan perawatan agar tidak menjadi suatu "pengalaman manis di masa lampau", melainkan tetap menjadi "pengalaman manis hari itu".


Tumbuh Besok

Pada suatu peristiwa yang diadakan oleh ICCRS (International Catholic Charismatic Renewal Services : Badan Pelayanan Pembaharuan Karismatik Katolik Internasional) tahun 2006, Kardinal Rylko menyatakan : "Kedewasaan Gereja bukan berbicara tentang bertumbuh semakin menjadi tua dalam Roh. Jangan pernah kehilangan kemudaanmu, kapasitasmu dalam bersemangat bagi karya-karya Allah dan tanggung jawabmu terhadap misi Gereja".

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk tetap bertumbuh di masa yang akan datang :
  1. Jaga generasi muda. Semangati dan berilah tempat dan kesempatan kepada kaum muda, berilah kesempatan untuk menjadi pemimpin dan melakukan kepemimpinan. Carilah "TIMOTIUS-TIMOTIUS" baru, seperti ada yang telah dilakukan Paulus terhadap Timotius. Paulus membina dan memberikan kesempatan kepada Timotius untuk berkembang dalam kepemimpinannya. Namun demikian orang-orang yang sudah berpengalaman dalam PKK tetap melakukan suatu jabatan kepemimpinan, tetapi generasi awal tidak boleh meninggalkan generasi berikutnya. Pengertian PKK bukan tentang RAHMAT organisasi / kelompok atau kegiatan tertentu. Karena itu Kardinal Suenens pernah mengatakan bahwa istilah "Kita masuk Pembaharuan Karismatik Katolik" ADALAH TIDAK TEPAT. SEHARUSNYA "Pembaharuan Karismatik Katolik masuk dalam hidup kita sebagai rahmat oleh Roh Kudus".
  2. Kagumilah Tuhan senantiasa. Memelihara kekaguman kita terhadap Tuhan sangat bermanfaat bagi semakin mendalamnya relasi kita denganNya. Jangan pernah kehilangan kasih mula-mula terhadap Tuhan Yesus. Hal ini akan menjadi motor penggerak utama agar kita tidak pernah patah semangat atau bahkan menghakiri hdup kita dalam kedagingan. Karena itu amatlah penting memperhatikan sarana-sarana pertumbuhan rohani : doa pribadi, mencintai Sabda Tuhan, Ekaristi dan Sakramen Tobat, berkomunitas dan pelayanan.
  3. Tetap setia dan tekun melakukan evangelisasi sebagai tugas misi gereja. Dalam seluruh hidup kita seharusnya memancarkan kehadiran Kristus melalui kehadiran kita di tengah mereka.

Kesimpulan :

Pembaharuan hidup oleh Roh yang dialami oleh masing-masing pribadi membutuhkan pemeliharaan dan pendewasaan yang terus menerus. Sebagaimana Roh Kudus yang tidak akan pernah berhenti. Pembaharuan pribadi membawa pengaruh pembaharuan bagi keluarga, Gereja dan bahkan seluruh dunia.

Apabila kita memahami makna Pembaharuan Karismatik Katolik secara benar, maka PKK yang telah lahir kemarin, akan tetap hidup hari ini, dipelihara dan dipertumbuhkan sehingga benar-benar menjadi berkat dan rahmat besar bagi masa depan Gereja dan dunia.

Surabaya, 21 September 2008.
MHM Judy Nuradi.
Sumber bahan : Sessi I "ISAO CONFERENCE" Jakarta, 15 September 2008 : The CCR, Born Yesterday, Living Today and Growing Tomorrow --> Michelle Moran, Presiden ICCRS.




 Pengajaran Lainnya :